Jangan Takut Korona, Allah Bersamamu | K.H Musta'in Syafi'ie
Assalamualaikum sobat pena, kali ini pena ANDA akan memberikan informasi menarik lainnya dan yang bermanfaat tentunya.
Langsung saja simak penjelasan berikut ini.
Dan semoga bermanfaat..
Aamiin...
Isra mi'raj tahun ini berbarengan dengan gencarnya pemberitaan tentang virus corona yang semakin menyebar dari hari ke hari.
- Kita dihadapkan dengan kekhawatiran terkena virus yang juga bernama Covid-19 ini, karena penyebarannya sangat cepat dan tidak terduga, kita diharuskan untuk menjaga jarak dengan orang lain, harus sering mencuci tangan, dan TIDAK BOLEH KELUAR RUMAH jika tidak ada kepentingan, hal ini untuk mencegah penyebaran virus Corona yang pada saat ini telah mencapai negeri kita tercinta, Indonesia.
Disisi yang lain, kita sebagai orang Indonesia, khususnya orang Islam yang rutinitas sehari-harinya yang tidak terpisahkan dengan manusia lainnya dihadapkan dengan situasi yang serba susah.
Mau beribadah, kita takut akan tertular virus Corona, hingga sekarang ada himbauan dari pemerintah untuk sholat di rumah.
- Nah disinilah muncul pertanyaan, BAGAIMANA JIKA TATA CARA PENCEGAHAN INI BERTABRAKAN DENGAN SYARIAT ISLAM ?.
Jawabannya kita dapat dari peristiwa isra mi'raj nabi Muhammad Saw.
Isra adalah perjalanan nabi dari Makkah ke Masjidil Aqsha (Palestina), ini adalah hubungan horizontal hubungan antar manusia.
Sedangkan mi'raj adalah perjalanan nabi ke langit, dan ini adalah hubungan vertikal, hubungan kepada Gusti Allah.
Kita bisa saja mengikuti pikiran manusia, tapi kita tidak akan pernah bisa mengikuti kuasa Tuhan.
Diceritakan di dalam hadis, pada zaman dahulu pernah terjadi wabah, tapi bagi ahlul masjid, artinya orang beriman dan bertaqwa wabah itu tidak menimpanya.
Jika ada yang tertimpa wabah, maka itu adalah cobaan dari Allah untuk menguji keimanan seseorang tersebut.
- Contohnya di Wuhan, apa pernah terdengar kabar bahwa muslim disana terkena virus Covid-19 ini? HASILNYA TIDAK PERNAH KITA DENGAR BAHWA ADA MUSLIM DI WUHAN SANA YANG TERKENA VIRUS INI.
Kita boleh-boleh saja mengikuti aturan manusia, tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa yang MENURUNKAN PENYAKIT INI ADALAH ALLAH DAN ALLAH JUGA YANG BISA MENGANGKATNYA.
Semoga kita semua dapat melalui peristiwa ini dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, bukan malah sebaliknya.
Wallahu a'lam.
( Disarikan dari ceramah K.H Musta'in Syafi'i dalam rangka memperingati isra mi'raj nabi Muhammad Saw di pondok pesantren Tebuireng Jombang Jawa timur. )

Comments
Post a Comment